Suara Perempuan Lebih Seksi di Masa Subur

Bukan hanya laki-laki yang mengalami perubahan suara. Sebuah penelitian membuktikan, di masa subur, suara perempuan berubah menjadi lebih seksi.
Penelitian unik dilakukan oleh peneliti Universitas New York Amerika Serikat. Mereka mengambil sample suara wanita di masa suburnya, dan disaat-saat biasa. Rekaman itu kemudian dipasang dan didengarkan ke sejumlah orang.
Para pendengar kemudian di survey, suara mana yang lebih menarik dan melekat di hati mereka. Bagi para pendengar, suara perempuan pada saat subur yang lebih memikat dan seksi.
Menurut Dr. Manny Alvarez yang detikhot kutip dari Foxnews, perubahan hormon pada perempuan di masa suburnya dapat mempengaruhi suara.
Saat mengalami masa subur, ada beberapa perubahan struktur hormon pada perempuan, yaitu kombinasi antara meningkatnya hormon ekstrogen dan kelenjar pituitary. Hormon estrogen tak hanya mempengaruhi sistem reproduksi tapi juga feminitas seorang perempuan.

Testosteron Membuat Perempuan Puas Bercinta
Hormon testosteron adalah hormon seks milik lelaki. namun ternyata hormon tersebut juga bisa mempengaruhi perilaku seks perempuan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa testosterone dapat membuat perempuan mengalami kepuasan seks.
Dr. Susan Davis dari Universitas Monash, Victoria, Australia melakukan penelitian terhadap 261 perempuan. Secara acak mereka diberi semprotan hormon testosteron setiap hari, selama 16 minggu.
Yang mengejutkan, setelah 28 hari, perempuan-perempuan tersebut mengalami peningkatan kepuasan dalam bercinta.
Susan menjelaskan bahwa sebenarnya hormon testosteron tidak hanya terdapat pada laki-laki. Hormon tersebut juga terdapat pada wanita namun jumlahnya sedikit.
Semprotan testosteron dengan jumlah tertentu (dalam penelitian ini sekitar 0,00009 liter) dapat mempengaruhi hasrat serta kepuasan perempuan saat bercinta. (detikhot.com)

Apa Sebenarnya Keputihan Itu ?

Keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Dan keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan.

Keputihan fisiologis biasanya terjadi pada masa subur, juga sebelum dan sesudah menstruasi, biasanya tidak gatal dan tidak berbau. Sedangkan kalau keputihan patologis , adalah keputihan yang terjadi karena infeksi pada vagina, adanya benda asing dalam vagina atau karena keganasan. Infeksi bisa sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa. Ciri-ciri keputihan patologis, biasanya warnanya seperti susu atau hijau kekuning-kuningan, atau bahkan bercampur darah, kalau keputihannya sudah menjadi penyakit. Ketika keputihan sudah menjadi penyakit, wanita yang menderita keputihan patologis ini akan merasa gatal pada daerah vagina, dan lendir yang keluar berbau, sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman.


Keputihan sebaiknya diobati sejak dini, begitu timbul gejala. Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan pada wanita ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani. Karena keputihan kalau sudah kronis dan berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu kalau keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul. Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker serviks, yang bisa berujung pada kematian. Di Indonesia, setiap harinya 40-45 perempuan terdiagnosis kanker serviks dan 20-25 diantaranya meninggal karenanya.

========================================

Sahabat Wanita Rekomendasi Boyke Dian Nugraha

============================================

Kanker Serviks=Ciri ciri,Penyebab dan Pencegahannya

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Penyebab Kanker Serviks

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
kanker serviksSelain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.

Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
  1. Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
  2. Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
  3. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
  4. Mengalami sakit saat buang air kecil
  5. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
  6. Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.


Sumber : Kanker Serviks: Ciri-ciri, Penyebab, dan Pencegahan Kanker Serviks http://bidanku.com/kanker-serviks-ciri-ciri-penyebab-dan-pencegahan-kanker-serviks#ixzz2vOdoGNah